Berangkat dari keprihatinan akan kondisi kesehatan lingkungan di Indonesia, dan mulai terasanya efek global warming, sekitar 6 bulan lalu kami sekeluarga sepakat untuk mulai peduli dengan lingkungan, atau mulai melakukan gerakan ramah lingkungan. Untuk langkah-langkah ramah lingkungan, kami banyak ambil dari tayangan Oprah Winfrey dan Tabloid Rumah.
Setelah kami praktekkan, ternyata tidak sulit dan justru ikut berdampak pada penghematan anggaran rumah tangga. Berikut ini beberapa langkah ramah lingkungan yang bisa mulai Anda lakukan di tingkat rumah tangga Anda sendiri:
1. Kurangi penggunaan Tas Plastik
Biasakan membawa tas belanja dari rumah, untuk beberapa minimarket/toko ada yang mengijinkan kita untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Makro,Alfamart dan Carrefuor bahkan pernah punya program untuk mengurangi penggunaan tas plastik.
Jika terdapat minimarket/supermarket yang tidak mengijinkan kita menggunakan tas belanja sendiri, kumpulkan tas plastiknya (yang masih bersih) dan berikan ke warung kelontong terdekat.Buat kerjasama dengan warung/toko kelontong terdekat (kebetulan pemilik warung kelontong dekat rumah kami kooperatif dan senang dengan setoran tas plastik dari kami).
Biasakan membawa tempat/kotak makanan dari rumah, jika Anda memiliki rencana akan membeli gorengan/lauk/sayur di warung makan. Selain dapat mengurangi penggunaan wadah plastik/styrofoam sekali pakai, membawa tempat makanan sendiri (yang food grade) lebih aman daripada menggunakan wadah plastik/styrofoam sekali pakai (yang belum tentu foodgrade)
Jika Anda bepergian jauh/ke kantor/ke sekolah, bawalah minum/makanan dari rumah (menggunakan kotak/tempat makanan). Selain mengurangi penggunaan wadah plastik/styrofoam sekali pakai, tindakan tersebut dapat menghemat energi/bahan bakar untuk transportasi membeli minum/makan, dan minuman/makanan dari lebih aman (kita bisa menghindari penggunaan zat aditif berbahaya).
2. Pilah sampah rumah tangga
Lakukan pemilahan sampah di rumah, pisahkan sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik (kecuali yang mengandung santan dan daging), bisa dibuat kompos.Untuk pengelolaan sampah anorganik, kami bekerja sama dengan “tukang rongsok”. Kami menayakan ke “tukang rongsok” jenis sampah anorganik apasaja yang masih bisa diolah kembali. Kertas,logam,kardus,benda plastik (bukan tas plastik) bisa kita serahkan ke “tukang rongsok”, bahkan mereka mau membelinya. Kertas perkilo dibeli antara Rp 500-Rp 1000.
3. Gunakan kendaraan umum
4. Ganti TV/monitor CRT dengan TV/monitor LCD
Recent Comments